Wednesday, October 28, 2026
HomeNewsMengenang Suraji, Relawan Bromo yang Gugur Saat Padamkan Karhutla

Mengenang Suraji, Relawan Bromo yang Gugur Saat Padamkan Karhutla

ZIAPMENANG.COM, PROBOLINGGO — Kepolisian dan tim evakuasi mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa akibat bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bertambah menjadi enam orang setelah seorang relawan bernama Suraji mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jumat (23/10/2026).

Suraji, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan hotel di dekat lokasi kejadian, menderita luka bakar serius hingga 45 persen setelah terjebak di tengah amukan si jago merah saat berjuang memadamkan api bersama tim gabungan pada Kamis (15/10/2026).

Peristiwa tragis ini bermula ketika titik api mulai meluas di kawasan konservasi TNBTS akibat musim kemarau panjang. Suraji bersama sejumlah relawan lain dari Masyarakat Mitra Polhut serta warga setempat bergegas turun tangan ke lapangan untuk mencegah kobaran api merembes lebih jauh ke area permukiman dan zona inti vegetasi.

Medan yang terjal, tiupan angin kencang, serta pekatnya kepulan asap tebal membuat proses pemadaman berlangsung sangat dramatis dan berbahaya. Korban sempat mendapatkan penanganan medis awal sebelum akhirnya dirujuk secara intensif ke Surabaya guna menyelamatkan nyawanya, Jumat (23/10/2026).

Suraji (44) meninggal dunia setelah berjuang melawan luka bakar sebesar 45 persen akibat terjebak kobaran api di TNBTS.

Kepergian Suraji meninggalkan duka yang teramat dalam bagi keluarga yang ditinggalkan di Kabupaten Probolinggo. Setyo, anak korban, mengenang ayahnya sebagai sosok kepala keluarga yang humoris, ramah, dan sangat mendukung kegiatan positifnya di luar rumah.

“Cuma diam gitu,”

— Setyo

Setyo menambahkan bahwa ayahnya tidak pernah membatasi aktivitas olahraganya dan selalu memberikan dorongan penuh agar ia giat berlatih voli setiap hari. Di sisi lain, Suratman selaku adik korban mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan sang kakak sempat fluktuatif selama menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan.

“Ya naik turun, kadang stabil, kadang drop,”

— Suratman

  • Suraji (44) meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit
  • Total korban jiwa akibat karhutla TNBTS kini mencapai enam orang
  • Keluarga berharap sistem penanganan darurat kebakaran hutan dievaluasi secara menyeluruh

Menanggapi musibah beruntun ini, pihak keluarga korban mendesak pengelola kawasan TNBTS serta instansi berwenang untuk segera mengevaluasi prosedur operasional penanganan kebakaran hutan di masa mendatang. Kecepatan respons dan kelengkapan alat pelindung diri dinilai menjadi aspek krusial agar insiden serupa yang merenggut nyawa para relawan tidak kembali terulang.

Keluarga berharap pihak pengelola taman nasional dapat meningkatkan kecepatan penanganan kebakaran hutan untuk melindungi keselamatan para relawan.

Tragedi yang menimpa Suraji dan lima relawan lainnya menambah daftar panjang korban gugur dalam misi penyelamatan lingkungan di kawasan pegunongan Jawa Timur. Jenazah almarhum telah diserahkan kepada pihak keluarga di Probolinggo untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat, Rabu (28/10/2026).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments