ZIAPMENANG.COM, PRESTON — Seorang fotografer bernama Sam Hill telah berhasil menuntaskan misi emosional selama berbulan-bulan untuk melacak kembali subjek foto dari “generasi istimewa” yang ia potret di jalanan kota Preston pada tahun 1980, yang kini diabadikan dalam pameran bertajuk Alternative Kids di Museum Harris.
Pada empat dekade silam, Sam Hill yang saat itu masih berstatus mahasiswa fotografi, kerap menyusuri jalanan Preston untuk mengabadikan potret anak muda dari berbagai subkultur, mulai dari kaum mod hingga punk. Tanpa pernah menanyakan nama subjeknya, ia hanya mengandalkan insting untuk menangkap momen-momen autentik yang menurutnya merepresentasikan semangat zaman tersebut. Setelah pensiun dari profesinya sebagai desainer grafis, ia memutuskan untuk mencari kembali orang-orang asing tersebut melalui bantuan internet, media sosial, hingga komunikasi langsung dengan warga lokal.
Proyek ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga mengungkap perjalanan hidup subjek foto yang kini telah menempuh jalan masing-masing, mulai dari musisi hingga pengelola kelompok dukungan kesehatan mental. Sam mengungkapkan bahwa proses pencarian ini memberikan dampak mendalam bagi dirinya secara personal. “Pengalaman ini membuat saya merasa lebih positif terhadap sesama manusia. Sejujurnya, saya bisa mengatakan bahwa setiap pertemuan meninggalkan kesan yang memperkaya dan membangkitkan semangat saya,” ujarnya.
- Sam Hill melacak kembali subjek foto remaja tahun 1980 di Preston.
- Proses pencarian dilakukan selama berbulan-bulan menggunakan media sosial dan riset lapangan.
- Hasil dokumentasi kini dipamerkan di Museum Harris hingga Januari 2027.
Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah pertemuan kembali dengan keluarga mendiang Zena Gabrysch, seorang remaja yang tewas dalam kecelakaan mobil hanya dua hari setelah difoto oleh Sam pada 1980. Kehadiran keluarga serta sahabat Zena di pameran tersebut menjadi momen refleksi tentang betapa berharganya setiap nyawa dan potensi yang hilang. Di sisi lain, subjek foto seperti William Routledge kini mendedikasikan hidupnya untuk membantu sesama melalui kelompok dukungan kesehatan mental bagi laki-laki.
“Bahkan jika seseorang memiliki pandangan politik yang bertolak belakang dengan Anda, ketika ada satu hubungan kecil yang menghubungkan kalian, dalam kasus ini sebuah foto yang diambil 46 tahun lalu, percakapan bisa dimulai.”
— Sam Hill
Pameran ini menjadi bukti bahwa fotografi memiliki kekuatan untuk menjembatani kesenjangan waktu dan perbedaan latar belakang. Bagi Sam, setiap wajah dalam koleksinya kini memiliki nama dan cerita yang utuh. Ia merasa bahwa meski teknologi telah mengubah cara kita mendokumentasikan kehidupan, esensi dari sebuah foto tetap terletak pada kejujuran interaksi manusia yang terekam di dalamnya. Melalui proyek ini, ia berhasil mendapatkan 40 teman baru dari orang-orang yang dulu tidak ia kenal sama sekali.
Sam Hill menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melacak kembali subjek fotonya dari tahun 1980 hingga akhirnya berhasil mengumpulkan lebih dari 40 orang yang kini menjadi temannya.
Jon DaSilva, salah satu subjek foto yang kini dikenal sebagai DJ internasional, turut memberikan pandangannya mengenai generasi tersebut. Ia menganggap bahwa kaum muda di era 1980-an memiliki semangat kreativitas yang sangat kuat dan keberanian untuk mengejar impian meskipun menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi. Menurutnya, semangat tersebut tetap relevan untuk dilihat kembali sebagai inspirasi bagi generasi masa kini.
Pameran ini menjadi pengingat penting akan nilai sejarah visual dan bagaimana arsip foto dapat menjadi alat pemersatu yang menghubungkan masa lalu dengan realitas kehidupan saat ini.
Sam Hill menutup perjalanannya dengan sebuah refleksi mendalam bahwa pada dasarnya manusia memiliki banyak kesamaan terlepas dari perbedaan profesi atau status sosial yang mereka jalani saat ini. Pameran Alternative Kids dijadwalkan akan tetap berlangsung di Museum Harris, Preston, hingga Sabtu (10/01/2027).

