Friday, October 30, 2026
HomeFinanceIHSG Anjlok 3,47% ke Level 5.098, Saham LQ45 Terkoreksi Tajam

IHSG Anjlok 3,47% ke Level 5.098, Saham LQ45 Terkoreksi Tajam

ZIAPMENANG.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dan ditutup merosot 184,26 poin atau 3,47 persen ke level 5,098,06 di Bursa Efek Indonesia, akibat aksi jual masif yang dipicu oleh sentimen negatif global serta domestik, Kamis (29/10/2026).

Tekanan jual yang meluas ini turut menyeret indeks LQ45 terkoreksi sebesar 4,47 persen ke posisi 515,28. Aktivitas perdagangan di lantai bursa terpompa tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp11,01 triliun, volume perdagangan sebanyak 22,88 miliar lembar saham, serta frekuensi transaksi yang tercatat mencapai 1,32 juta kali sepanjang sesi perdagangan berlangsung.

Aksi pelepasan aset secara serentak terjadi hampir di seluruh sektor saham, terutama pada emiten berkapitalisasi besar. Saham-saham sektor perbankan papan atas seperti PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendominasi daftar nilai transaksi terbesar di tengah gelombang koreksi yang menekan likuiditas pasar domestik.

IHSG anjlok tajam ke level 5,098,06 setelah investor asing dan domestik melakukan aksi jual bersih secara signifikan di berbagai sektor utama.

Para analis pasar modal menilai bahwa kejatuhan indeks tidak lepas dari bayang-bayang ketidakpastian kebijakan moneter global dan kekhawatiran investor terhadap kondisi makroekonomi. Sentimen risk-off mendominasi pergerakan bursa regional, membuat pelaku pasar memilih untuk mengamankan likuiditas dan menghindari instrumen berisiko tinggi.

“Tekanan yang terjadi hari ini mencerminkan tingginya kehati-hatian investor dalam merespons dinamika eksternal dan domestik yang berkembang cepat,”

— Reza Priyanda

Di tengah kejatuhan pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru ditutup menguat tipis sebesar 15,9 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.120,9 setelah dibuka pada posisi Rp18.136,8 di perdagangan pagi.

“Diversifikasi portofolio dan fokus pada fundamental perusahaan menjadi strategi utama untuk meredam volatilitas ekstrem di pasar saat ini,”

— Hans Kwee

Pergerakan bursa saham di kawasan Asia sendiri terpantau bergerak bervariasi pada akhir perdagangan sore hari. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat naik 0,99 persen ke 64.594 dan Indeks Straits Times di Singapura menguat 0,16 persen ke 5.406,55, sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,68 persen ke 22.938 serta Indeks SSE Composite di China turun 0,82 persen ke 3.651,43.

Indikator Pasar Nilai Penutupan
IHSG 5.098,06
LQ45 515,28
Nilai Transaksi Rp11,01 triliun
Volume Perdagangan 22,88 miliar lembar

Manajemen bursa terus memantau perkembangan transaksi agar tetap berjalan secara tertib dan wajar di tengah tingginya kepanikan pelaku pasar. Investor diimbau untuk tetap tenang, disiplin menerapkan manajemen risiko, serta mendasarkan keputusan investasi pada analisis fundamental yang mendalam.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments