ZIAPMENANG.COM, TULANG BAWANG BARAT — Sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa enam orang dari satu keluarga terjadi di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM 198+100, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, setelah mobil Toyota Avanza bernomor polisi Z 1473 AG menghantam bagian belakang truk Fuso Isuzu Giga bernomor polisi BE 9925 BU pada Minggu (25/10/2026).
Insiden tragis ini bermula saat minibus yang ditumpangi oleh satu keluarga tersebut melaju dari arah Lampung menuju Palembang. Di tengah perjalanan, mobil tersebut diduga kehilangan kendali akibat pengemudi yang kelelahan atau mengantuk, hingga akhirnya menyerempet pagar pembatas jalan sebelum menabrak truk yang sedang berhenti di bahu jalan untuk memperbaiki baut roda yang patah.
Kekuatan benturan yang sangat keras menyebabkan bagian depan kendaraan pribadi tersebut ringsek parah dan terjepit di bawah bak truk. Otoritas kepolisian memastikan bahwa dari total penumpang, enam orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Salah satu korban tewas dalam peristiwa memilukan ini teridentifikasi sebagai anggota kepolisian aktif dari Polres Tulang Bawang, yakni Aipda Agung Eko Prasetyo yang saat itu sedang bersama istri dan anggota keluarganya. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena posisi mobil yang terhimpit di bagian kolong truk, memaksa petugas menggunakan alat berat untuk mengeluarkan para korban.
- Kecelakaan melibatkan Toyota Avanza dan truk Fuso di KM 198+100 Tol Terpeka.
- Sebanyak 6 orang penumpang tewas dan 3 orang lainnya mengalami luka berat.
- Penyebab awal diduga pengemudi mobil mengantuk hingga kehilangan kendali.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh hilangnya konsentrasi pengemudi. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian untuk memastikan kronologi teknis kecelakaan tersebut.
“Setibanya di lokasi kejadian, diduga pengemudi Toyota Avanza dalam kondisi mengantuk, sehingga hilang kendali dan oleng ke kiri, menyerempet guardrail, lalu menabrak belakang truk Fuso yang berada di bahu luar jalan tol yang sedang melakukan pengecekan baut roda yang patah.”
— Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun
Pihak kepolisian juga telah mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti untuk kepentingan analisis lebih lanjut oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA). Pemeriksaan terhadap pengemudi truk dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar untuk memberikan keterangan mengenai posisi kendaraan saat insiden berlangsung.
Terdapat 6 orang korban jiwa dalam kecelakaan tragis ini, sementara 3 penumpang lainnya kini dalam perawatan intensif akibat luka berat yang diderita.

Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan memfasilitasi pihak keluarga dalam proses identifikasi jenazah. Seluruh korban yang meninggal dunia merupakan anggota keluarga yang berada di dalam satu kendaraan yang sama.
“Enam korban meninggal dunia, termasuk anggota Polri dan istrinya. Sementara tiga lainnya mengalami luka berat.”
— Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun
Pastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima dan manfaatkan rest area untuk beristirahat setiap empat jam perjalanan guna menghindari risiko kelelahan atau micro-sleep di jalan tol.
Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna jalan tol mengenai pentingnya menjaga jarak aman dan mematuhi batas kecepatan maksimal. Karakteristik jalur tol yang lurus dan panjang di lintas Sumatera sering kali membuat pengemudi terlena, sehingga kewaspadaan terhadap kendaraan yang berhenti di bahu jalan menjadi aspek krusial yang sering terabaikan. Pihak pengelola jalan tol dan kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara jika merasa lelah demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Penyelidikan mendalam masih berlangsung untuk memverifikasi seluruh aspek teknis dan kelalaian yang mungkin menjadi faktor penyebab utama tabrakan maut tersebut.
Hingga saat ini, arus lalu lintas di ruas Tol Terpeka terpantau telah kembali normal setelah bangkai kendaraan dievakuasi oleh petugas. Pihak keluarga korban telah dihubungi untuk proses penjemputan jenazah yang rencananya akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing setelah rangkaian proses administrasi kepolisian selesai, Minggu (25/10/2026).

