Sunday, November 1, 2026
HomeNusantaraBanjir Aceh Barat Meluas: 12 Desa Terendam, BPBD Bergerak

Banjir Aceh Barat Meluas: 12 Desa Terendam, BPBD Bergerak

ZIAPMENANG.COM, MEULABOH — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi warga dan mendistribusikan logistik darurat setelah banjir setinggi puluhan sentimeter merendam 12 desa di tiga kecamatan akibat luapan sungai besar, Minggu (01/11/2026).

Bencana ini dipicu oleh curah hujan berintensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah hulu dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat aliran sungai utama tidak mampu menampung debit air, sehingga melimpah dan menggenangi kawasan pemukiman penduduk serta sejumlah fasilitas umum di daerah setempat.

Wilayah Terdampak 12 Desa di 3 Kecamatan
Penyebab Utama Luapan Sungai Krueng Meureubo dan Krueng Woyla
Ketinggian Air 20 cm hingga 100 cm
Instansi Penanganan BPBD Kabupaten Aceh Barat

“Bencana alam ini diakibatkan tingginya intensitas hujan yang sangat tinggi dan meluapnya sejumlah sungai besar di pedalaman Aceh Barat,” ujar Plt Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Dharmawan di Meulaboh.

Gejolak banjir yang melanda kawasan ini bermula dari meluapnya aliran Sungai Krueng Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen serta Sungai Krueng Woyla yang melintasi Kecamatan Sungai Mas. Air bah mulai memasuki pekarangan hingga merendam bagian dalam rumah warga sejak Sabtu (31/10/2026).

Pemukiman yang terdampak luapan air di kawasan Kecamatan Pante Ceureumen meliputi Gampong Keutambang, Gampong Lawet, Gampong Jambak, Gampong Puloe Teungoh, Gampong Lango, Gampong Canggai, hingga Gampong Sikundo yang dilaporkan mengalami dampak paling parah akibat posisinya yang berada dekat dengan bantaran sungai.

Selain merendam rumah warga, genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter ini turut melumpuhkan aksesibilitas jalan antardesa. Kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas, memaksa sebagian masyarakat mengandalkan perahu karet atau rakit darurat untuk beraktivitas.

Pemerintah daerah menyiagakan personel dan posko darurat guna mengantisipasi kemungkinan perluasan wilayah genangan akibat cuaca ekstrem.

“Kami menyiagakan personel dan Tim Rescue untuk mengantisipasi kemungkinan banjir meluas ke kecamatan lain mengingat cuaca masih belum stabil,” kata Dharmawan.

Dinas Sosial bersama BPBD Aceh Barat terus memverifikasi data kepala keluarga yang terdampak secara ekonomi akibat terhentinya aktivitas pertanian dan pasar tradisional. Bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan kesehatan kini menjadi prioritas utama yang disalurkan ke posko-posko pengungsian demi mencegah timbulnya penyakit pascabanjir seperti diare dan infeksi kulit.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments