Sunday, November 8, 2026
HomeNewsBlack Box Helikopter MI-17 di Seruyan Ditemukan, TNI Lakukan Investigasi

Black Box Helikopter MI-17 di Seruyan Ditemukan, TNI Lakukan Investigasi

ZIAPMENANG.COM, KABUPATEN SERUYAN — Tim SAR gabungan yang melibatkan penyelam TNI Angkatan Laut, personel Penerbangan TNI Angkatan Darat, Polairud, dan Basarnas berhasil menemukan serta mengevakuasi Flight Data Recorder atau perekam data penerbangan helikopter Mi-17V5 nomor registrasi HA-5235 yang jatuh di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (07/11/2026).

Peristiwa kecelakaan helikopter militer tersebut bermula ketika armada angkut ini sedang mengemban misi kemanusiaan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan serta penanggulangan kabut asap di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Berdasarkan data operasional, helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB dengan membawa delapan personel di dalam kabin untuk melaksanakan tugas pemadaman udara melalui teknik pengambilan air.

Namun, dalam pelaksanaan misi di tengah medan yang menantang tersebut, helikopter dilaporkan mengalami kendala teknis saat melakukan proses pengambilan air atau water scooping sekitar pukul 11.18 WIB. Situasi darurat ini menyebabkan pesawat tidak mampu mempertahankan kestabilan terbang hingga akhirnya jatuh menghunjam perairan dangkal di wilayah pesisir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Tim gabungan berhasil mengangkat bagian ekor helikopter bersama perangkat perekam data penerbangan dari dasar perairan Kuala Pembuang setelah melalui proses penyelamatan yang intensif.

Dampak dari insiden tragis tersebut mengakibatkan tiga orang prajurit TNI gugur dalam menjalankan tugas negara, sementara lima personel lainnya berhasil diselamatkan oleh tim penolong yang bergerak cepat ke lokasi kejadian. Seluruh korban selamat maupun yang gugur langsung mendapatkan penanganan evakuasi darurat menuju fasilitas kesehatan terdekat oleh satuan tugas gabungan.

Pusat Penerangan TNI dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa keberhasilan pengangkatan kotak hitam ini diharapkan mampu memberikan titik terang bagi tim penyelidik untuk mengetahui secara pasti faktor-faktor yang memicu jatuhnya helikopter tersebut. Komponen penting yang berhasil diselamatkan itu langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratoris yang mendalam.

“Setelah berhasil dievakuasi, FDR selanjutnya diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan helikopter tersebut.”

— Pusat Penerangan TNI

Pihak militer menegaskan bahwa data yang tersimpan di dalam perangkat perekam penerbangan itu akan diuraikan secara transparan guna memastikan seluruh aspek teknis, kondisi mesin, hingga parameter manuver pilot sebelum benturan dapat dianalisis secara akurat oleh tim investigasi khusus dari institusi terkait.

Rabu (04/11/2026) — Helikopter Mi-17V5 mengalami kendala saat misi pemadaman karhutla di Tanjung Puting dan jatuh di perairan Seruyan.

Sabtu (07/11/2026) — Tim SAR gabungan menemukan serta mengevakuasi perekam data penerbangan dan bagian ekor helikopter.

Selain fokus pada investigasi penyebab kecelakaan, Markas Besar TNI menyatakan bahwa seluruh rangkaian operasi evakuasi ini mencerminkan bentuk koordinasi serta sinergi yang solid antarberbagai instansi penegak hukum dan penyelamatan di daerah.

“Temuan ini diharapkan dapat membantu proses investigasi dalam mengungkap penyebab kecelakaan.”

— Pusat Penerangan TNI

Pihak institusi pertahanan juga berkomitmen untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi komprehensif guna meningkatkan standar operasional prosedur, keselamatan penerbangan, serta kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kemanusiaan dan penanggulangan bencana di masa mendatang, Rabu (04/11/2026).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments