Sunday, November 8, 2026
HomeNewsBahlil Bantah Terlibat Penyadapan Presiden: Saya Juga Disadap

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Presiden: Saya Juga Disadap

ZIAPMENANG.COM, AMBON — Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lain yang melibatkan empat tersangka, seraya mengancam melayangkan somasi serta menempuh jalur hukum di Ambon, Sabtu (07/11/2026).

Isu tersebut mulai mencuat di ruang publik setelah beredar narasi yang menuding adanya pertemuan atau rapat tertentu sebelum penangkapan para tersangka. Bahlil menyebutkan bahwa cerita yang beredar di tengah masyarakat tersebut tidak berdasar dan hanya merupakan karangan belaka.

Dalam keterangannya, Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya justru merasa menjadi korban dari praktik penyadapan yang sama. Ia menilai tuduhan yang dialamatkan kepadanya sangat tidak masuk akal dan berbahaya bagi marwah institusi partai politik.

“Bagaimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya sendiri disadap?”

— Bahlil Lahadalia

Kasus ini melibatkan empat orang tersangka yang kini tengah diselidiki oleh aparat penegak hukum, yaitu Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi. Kendati demikian, motif di balik aksi penyadapan tersebut masih belum diketahui secara pasti oleh publik.

Bahlil menyatakan bahwa pada mulanya ia memilih untuk tidak ambil pusing dengan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial maupun diskusi publik. Namun, karena tuduhan tersebut semakin mengarah secara personal dan mencemarkan nama baik, ia memutuskan untuk mengambil langkah tegas guna meluruskan situasi.

Bahlil meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyadapan ilegal ini secara terbuka tanpa ada yang ditutupi.

Ia juga melayangkan kritik keras terhadap pihak-pihak tertentu yang dinilai sengaja menyebarkan fitnah dan membangun opini merugikan. Bahlil bahkan secara spesifik menyinggung figur publik yang kerap berbicara melalui siniar atau podcast.

“Buktikan, saya minta kepada pihak keamanan kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka saja. Jangan fitnah terus yang dibangun. Diusut saja dan saya memberikan kepada tadi itu ada senior saya juga, senior saya yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya di podcast, ya, saya bilang kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan. Kalau tidak saya akan somasi,” ujar Bahlil.

Sebagai langkah lanjutan, Bahlil memberikan batas waktu kepada pihak-pihak yang dinilai menyebarkan tuduhan tidak berdasar tersebut untuk mengklarifikasi pernyataan mereka. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam demi menjaga kehormatan jabatan ketua umum partai.

“Saya kasih waktu, saya abis ini pulang saya akan somasi orang-orang itu. Saya akan kasih waktu 3×24 jam lah. Saya akan kasih somasi, kalau tidak, ya, negara kita kan negara hukum saya akan menempuh jalur hukum karena bicara partai itu marwah partai, ketua umum partai itu marwah. Jadi saya tidak mau mundur dari orang-orang kaya gini,” tambahnya.

Hingga kini, proses penyidikan terhadap para tersangka dan penelusuran lebih mendalam mengenai jaringan serta motif di balik aksi penyadapan masih terus didalami oleh pihak kepolisian.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments