Friday, October 30, 2026
HomeFinanceGOTO Cetak Laba Bersih 3 Kuartal Beruntun di 2026

GOTO Cetak Laba Bersih 3 Kuartal Beruntun di 2026

ZIAPMENANG.COM, JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam kinerja keuangan mereka dengan membukukan laba bersih sebesar Rp441 miliar pada kuartal III-2026. Keberhasilan ini menandai pencapaian laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut, sebuah tren positif yang membalikkan kondisi perusahaan dari kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya, Jumat (30/10/2026).

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengungkapkan bahwa kinerja solid ini ditopang oleh pertumbuhan nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) inti yang melonjak 89 persen secara tahunan menjadi Rp194 triliun. Selain itu, pendapatan bersih perusahaan tercatat naik 17 persen secara tahunan menjadi Rp5,6 triliun. Pencapaian ini diraih di tengah penerapan komisi 8 persen pada layanan GoRide yang mulai berlaku penuh selama satu kuartal terakhir.

Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp441 miliar, yang merupakan akumulasi dari pertumbuhan berkelanjutan sejak kuartal I sebesar Rp171 miliar dan kuartal II sebesar Rp252 miliar.

Manajemen menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini tetap pada kedisiplinan operasional dan optimalisasi alokasi modal untuk memastikan kesehatan fundamental bisnis tetap terjaga. Efisiensi yang dilakukan di seluruh lini ekosistem, mulai dari layanan transportasi hingga teknologi finansial, telah memberikan margin keuntungan yang lebih sehat bagi perusahaan.

“Pada kuartal ketiga 2026, GoTo kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GoTo akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun.”

— Hans Patuwo

Segmen bisnis fintech, khususnya GoPay, menjadi kontributor utama yang melampaui ekspektasi perusahaan. Sebagai respons atas kinerja yang kuat tersebut, GoTo merevisi target EBITDA yang disesuaikan untuk unit bisnis fintech menjadi Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun, meningkat dari proyeksi awal. Sementara itu, target EBITDA untuk segmen On-Demand Services (ODS) turut disesuaikan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun.

  • Laba bersih mencapai Rp441 miliar pada kuartal III-2026.
  • Target EBITDA tahunan 2026 dinaikkan menjadi Rp3,5–3,7 triliun.
  • GTV inti tumbuh 89 persen secara tahunan menjadi Rp194 triliun.

Selain memperkuat kinerja operasional, GoTo mengambil langkah strategis untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui aksi korporasi. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Oktober 2026, pemegang saham menyetujui pembatalan 32 miliar saham treasuri atau sekitar 2,7 persen dari total saham perusahaan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah saham yang beredar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada.GOTO Cetak Laba Bersih 3 Kuartal Beruntun di 2026

Perusahaan juga terus melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) sebagai wujud komitmen terhadap nilai pemegang saham. Sejak aturan batas harga minimum Rp50 dihapus oleh Bursa Efek Indonesia pada 28 September 2026, GoTo telah menyerap kembali hampir 3 persen dari total saham perseroan. Hingga 29 Oktober 2026, perusahaan telah merealisasikan dana sebesar Rp985 miliar untuk program tersebut, dengan sisa alokasi dana sebesar Rp2,5 triliun yang berlaku hingga Juni 2027.

Di sisi lain, perusahaan berkomitmen untuk tetap memberikan dampak sosial melalui ekosistemnya. Hans menekankan bahwa keberhasilan finansial ini tidak memutus perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan para mitra pengemudi yang menjadi ujung tombak operasional.

“Melalui Program Apresiasi Mitra yang terus kami perluas, kami ingin lebih banyak mitra driver dan keluarga mereka merasakan manfaatnya, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis.”

— Hans Patuwo

Kinerja yang konsisten selama tiga kuartal ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa model bisnis GoTo telah bertransformasi dari fase bakar uang menuju fase profitabilitas yang berkelanjutan. Meskipun tantangan ekonomi makro dan persaingan industri tetap menjadi perhatian, manajemen meyakini bahwa fondasi keuangan yang kini lebih sehat akan memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan memperkuat posisinya di pasar ekonomi digital Indonesia.

Indikator Kinerja Q3-2026
Laba Bersih Rp441 Miliar
Pendapatan Bersih Rp5,6 Triliun
Pertumbuhan GTV Inti 89% (yoy)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments