ZIAPMENANG.COM, JAKARTA — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Galeri24 kompak menutup pekan perdagangan dalam zona hijau, mencatatkan penguatan signifikan meskipun diwarnai fluktuasi harian. Sepanjang periode Senin (2/11/2026) hingga Minggu (8/11/2026), harga kedua komoditas logam mulia tersebut menunjukkan tren positif, didorong oleh dinamika pasar global dan sentimen investasi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Secara kumulatif, harga emas Antam berhasil menguat sebesar Rp 14.000 per gram, bergerak dari posisi Rp 2.531.000 pada awal pekan menjadi Rp 2.545.000 per gram di penghujung pekan. Sementara itu, emas Galeri24 mencatatkan kenaikan yang lebih substansial, melonjak sebesar Rp 64.000 per gram dari Rp 2.443.000 menjadi Rp 2.507.000 per gram. Kenaikan ini menunjukkan daya tarik emas sebagai aset safe haven yang tetap diminati investor di tengah gejolak pasar finansial.
Pergerakan harga harian emas Antam dan Galeri24 sepanjang pekan ini menunjukkan pola yang dinamis. Pada Senin (2/11/2026), harga emas Antam naik tipis Rp 5.000 menjadi Rp 2.531.000 per gram, sementara emas Galeri24 bertahan stagnan di level Rp 2.443.000 per gram. Tren penguatan berlanjut pada Selasa (3/11/2026), di mana emas Antam kembali menguat Rp 10.000 ke posisi Rp 2.541.000 per gram dengan harga pembelian kembali (buyback) Rp 2.311.000 per gram. Emas Galeri24 juga menyusul naik Rp 8.000 menjadi Rp 2.451.000 per gram.
Pada pertengahan pekan, Rabu (4/11/2026), terjadi sedikit koreksi pada emas Antam yang melandai tipis Rp 4.000 ke Rp 2.537.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.307.000 per gram. Namun, emas Galeri24 justru menunjukkan lonjakan signifikan sebesar Rp 16.000, mencapai level Rp 2.467.000 per gram dengan harga buyback Rp 2.322.000 per gram. Hari berikutnya, Kamis (5/11/2026), emas Antam kembali melesat Rp 20.000 menjadi Rp 2.557.000 per gram (buyback Rp 2.357.000 per gram), diikuti oleh penguatan emas Galeri24 sebesar Rp 12.000 menjadi Rp 2.479.000 per gram.
Tren penguatan berlanjut hingga Jumat (6/11/2026), di mana emas Antam naik Rp 8.000, menyentuh rekor mingguan di Rp 2.565.000 per gram dengan harga buyback Rp 2.370.000 per gram. Emas Galeri24 juga melompat ke posisi Rp 2.518.000 per gram. Namun, pada Sabtu (7/11/2026), pasar mengalami koreksi harga yang cukup tajam. Emas Antam terperosok Rp 20.000 menjadi Rp 2.545.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.350.000 per gram. Emas Galeri24 juga terkoreksi Rp 11.000 ke posisi Rp 2.507.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.360.000 per gram.
Penurunan harga dasar emas batangan Antam mencapai Rp 20.000 per gram dalam rentang waktu satu hari perdagangan pada Sabtu (7/11/2026).
Akhirnya, pada Minggu (8/11/2026), harga emas Antam dan Galeri24 kompak stagnan, masing-masing di level Rp 2.545.000 per gram dan Rp 2.507.000 per gram, melanjutkan posisi perdagangan hari sebelumnya. Penurunan harga yang signifikan pada Sabtu (7/11/2026) memangkas sebagian kenaikan yang terjadi sepanjang pekan, namun secara keseluruhan tetap ditutup positif. Pergerakan harga emas batangan ini sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dinamika Harga dan Sentimen Pasar Global
Meskipun terjadi koreksi pada akhir pekan, performa emas Antam dan Galeri24 sepanjang pekan mencerminkan respons pasar terhadap sentimen global. Harga emas dunia menguat 5,02% sepekan menjadi US$ 4.070,41 per ons troi, sebuah sinyal kuat bagi pergerakan harga di pasar domestik. Para analis pasar keuangan memproyeksikan harga Antam berpotensi mencapai Rp 2.950.000 per gram hingga akhir tahun 2026, didukung oleh berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan bank sentral.
Analis Pasar Komoditas, Bapak Budi Santoso, pernah mengungkapkan bahwa sentimen safe-haven masih menjadi pendorong utama di balik pergerakan harga emas. “Investor cenderung beralih ke aset aman seperti emas di tengah fluktuasi pasar saham dan obligasi yang tidak menentu,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan peran emas sebagai penyeimbang portofolio investasi, terutama saat kondisi ekonomi makro global menghadapi tantangan seperti data inflasi yang menjadi perhatian di berbagai negara maju atau pelemahan dolar Amerika Serikat.
| Komoditas | Emas Antam |
|---|---|
| Harga Awal Pekan (2/11/2026) | Rp 2.531.000 per gram |
| Harga Akhir Pekan (8/11/2026) | Rp 2.545.000 per gram |
| Kenaikan Kumulatif Sepekan | Rp 14.000 per gram |
Penurunan harga pada Sabtu (7/11/2026) juga tidak lepas dari pengaruh dinamika ekonomi makro global. Menguatnya indeks Dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat membuat aset non-imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik dalam jangka pendek bagi para pelaku pasar global. Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga turut memberikan tekanan pada pergerakan harga logam mulia. Ketika bank sentral memberi sinyal pertahanan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama, investor cenderung mengalihkan sebagian dananya ke instrumen pasar uang yang memberikan imbal hasil pasti.
“Koreksi harga seperti yang terjadi saat ini sering kali dinilai sebagai hal yang wajar dalam siklus perdagangan. Fase konsolidasi harga acap kali dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan pembentukan basis harga baru sebelum melanjutkan tren pergerakannya.”
— Analis Pasar Keuangan
Faktor nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga memegang peranan krusial dalam pembentukan harga harian emas Antam di dalam negeri. Meskipun harga emas spot dunia mengalami koreksi, pergerakan mata uang garuda dapat menjadi penahan atau justru memperbesar magnitude perubahan harga domestik. Ketika Rupiah melemah terhadap Dolar AS, penurunan harga emas Antam terkadang menjadi lebih terbatas dibandingkan penurunan harga emas dunia dalam mata uang asing.
Strategi Investasi dan Pajak Transaksi Emas
Bagi masyarakat yang memantau pasar logam mulia untuk keperluan investasi jangka panjang maupun lindung nilai, fluktuasi mingguan seperti ini merupakan hal yang lumrah. Koreksi harga sering kali dinilai oleh analis pasar sebagai hal yang wajar dalam siklus perdagangan dan dapat menjadi momentum menarik bagi investor yang menerapkan strategi perataan biaya atau pembelian berkala. Metode pembelian secara berkala tanpa merespons fluktuasi harian secara berlebihan dinilai mampu meminimalkan risiko volatilitas pasar. Investor dapat menambah porsi kepemilikan emas secara bertahap saat harga berada di area koreksi teknis.
- Harga emas Antam pecahan 1 gram mengalami penurunan sebesar Rp 20.000 per gram pada Sabtu (7/11/2026).
- Penurunan nilai jual berimbas langsung pada pergerakan harga buyback emas di seluruh gerai resmi Antam.
- Setiap transaksi pembelian dan buyback tetap mengacu pada potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 berdasarkan kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Ketetapan pajak menjadi salah satu komponen penting yang perlu diperhitungkan dalam transaksi jual beli emas batangan. Pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sesuai dengan regulasi PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Pembeli yang menyertakan NPWP berhak mendapatkan potongan tarif PPh 22 sebesar 0,45 persen dari total nilai transaksi. Sementara itu, bagi pembeli yang tidak melampirkan NPWP, dikenakan tarif PPh 22 yang lebih tinggi, yakni sebesar 0,9 persen. Bukti potong PPh 22 diterbitkan secara otomatis oleh pihak penyedia layanan dalam setiap transaksi pembelian fisik emas di butik resmi.
Di sisi lain, transaksi penjualan kembali emas ke PT Aneka Tambang Tbk dengan nilai nominal lebih dari Rp 10 juta juga tidak luput dari pengenaan pajak. Tarif PPh 22 untuk transaksi harga buyback ditetapkan sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP, dan sebesar 3 persen bagi penjual yang tidak memiliki NPWP. Pajak atas pemotongan nilai jual kembali ini langsung dipotong dari total pembayaran yang diterima oleh pemilik emas. Penting bagi investor untuk selalu mencermati pergerakan tren harga dalam jangka menengah hingga panjang sebelum mengambil keputusan untuk menambah portofolio kepemilikan aset fisik mereka.
Layanan pembelian komoditas logam mulia Antam saat ini semakin memanjakan konsumen melalui saluran distribusi yang beragam. Selain dapat mendatangi Butik Emas Logam Mulia terdekat di berbagai daerah, masyarakat juga dapat memanfaatkan pemesanan secara dalam jaringan melalui situs resmi perusahaan. Kemudahan akses transaksi ini memungkinkan konsumen memantau pergerakan harga sekaligus melakukan eksekusi pembelian secara langsung tanpa terkendala jarak. Perusahaan juga memberlakukan sistem reservasi dan pengiriman yang aman untuk memastikan setiap batang emas yang dibeli konsumen sampai dengan kondisi terjamin keasliannya.
Setiap produk emas batangan Antam dilengkapi dengan teknologi pengamanan berupa kemasan khusus yang menyatu dengan sertifikat, sehingga memudahkan pemilik untuk melakukan verifikasi keaslian produk menggunakan pemindai aplikasi khusus. Pengamat pasar keuangan menyarankan agar porsi alokasi investasi emas dalam portofolio pribadi tetap dijaga ideal pada kisaran 10 hingga 15 persen dari total aset. Besaran porsi ini dianggap memadai sebagai benteng pertahanan keuangan keluarga saat menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global maupun tekanan inflasi di masa mendatang.

