ZIAPMENANG.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mencatatkan penguatan sebesar 4,9% ke level 5.439,258 sepanjang pekan perdagangan, didorong oleh lonjakan rata-rata nilai transaksi harian yang menembus Rp 20,34 triliun pada Jumat (23/10/2026).
Kenaikan signifikan tersebut turut mendongkrak kapitalisasi pasar BEI sebesar 4,66% menjadi Rp 9.583 triliun. Aktivitas perdagangan menunjukkan peningkatan likuiditas yang tinggi di tengah dinamika pasar modal nasional.
Peningkatan aktivitas perdagangan ini juga tecermin dari frekuensi transaksi harian yang naik 13,8% menjadi 1,95 juta kali transaksi. Meski demikian, rata-rata volume transaksi harian tercatat mengalami penurunan sebesar 9,39% menjadi 39,96 miliar saham, Rabu (21/10/2026).
Di balik penguatan indeks tersebut, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp 1,28 triliun pada akhir pekan. Secara kumulatif, tekanan jual dari investor asing terus berlanjut di tengah penyesuaian kebijakan yang dilakukan oleh otoritas bursa.
| Indikator Pasar | Nilai Capaian |
|---|---|
| Penguatan IHSG | 4,9% |
| Level Akhir IHSG | 5.439,258 |
| Nilai Transaksi Harian | Rp 20,34 triliun |
| Kapitalisasi Pasar | Rp 9.583 triliun |
Bursa Efek Indonesia memberlakukan penyesuaian lanjutan atas batas Auto Rejection Bawah untuk saham dengan rentang harga tertentu guna menjaga keteraturan pasar. Kebijakan ini diterapkan menyusul evaluasi atas volatilitas harga saham yang terjadi di lantai bursa.
Selain penyesuaian batas ARB, BEI mengumumkan perubahan kriteria evaluasi konstituen IHSG. Mulai November mendatang, saham di Papan Akselerasi serta saham dengan kategori konsentrasi kepemilikan tinggi tidak lagi masuk dalam seleksi indeks utama.
“Penyesuaian kriteria ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas representasi IHSG terhadap kondisi pasar saham Indonesia, sehingga indeks dapat memberikan informasi yang lebih memadai bagi investor.”
— Pengamat Pasar Modal
Perubahan aturan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar dalam jangka panjang. Otoritas bursa menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan regulasi seiring dengan dinamika perdagangan yang terus berkembang.
“Kami akan terus mengevaluasi seluruh kebijakan secara berkala guna memastikan pembentukan harga yang wajar dan efisien di pasar modal domestik.”
— Otoritas Bursa Efek Indonesia
Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati fundamental emiten dan mengelola risiko portofolio dengan cermat di tengah berbagai penyesuaian kebijakan yang diberlakukan oleh bursa.

