Friday, November 6, 2026
HomeNewsKSAD Pastikan Penanganan Karhutla Lanjut Usai 3 Prajurit Gugur

KSAD Pastikan Penanganan Karhutla Lanjut Usai 3 Prajurit Gugur

ZIAPMENANG.COM, SEMARANG — Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memastikan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah tetap berjalan normal meskipun institusi militer tengah berduka mendalam setelah tiga prajurit terbaiknya gugur dalam kecelakaan helikopter jenis Mi-17V5 bernomor registrasi HA-5235 yang jatuh saat menjalankan misi water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (04/11/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.18 WIB ketika helikopter yang membawa total delapan personel itu sedang melakukan upaya pengambilan air laut untuk memadamkan titik api dari udara. Akibat insiden ini, tiga prajurit yang terdiri dari Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo gugur dalam tugas, sementara lima personel lainnya selamat dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Di tengah suasana duka yang menyelimuti upacara pemakaman Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, Jenderal Tandyo menegaskan bahwa komitmen TNI Angkatan Darat dalam menanggulangi darurat ekologis tersebut tidak akan surut. Ia menyebutkan bahwa pemerintah bersama jajaran militer mengerahkan kekuatan penuh di lapangan demi melindugi masyarakat dari ancaman bencana asap.

“Untuk penanganan kebakaran hutan, kegiatan tetap berjalan. Ini merupakan jumlah yang sangat besar. Saya bisa menyampaikan bahwa pemerintah menangani persoalan kebakaran hutan di sana dengan sangat serius.”

— Jenderal TNI Tandyo Budi Revita

Sebagai bentuk keseriusan negara dalam mengatasi bencana lingkungan tersebut, TNI AD mencatat telah menerjunkan sebanyak 18.989 prajurit ke berbagai titik rawan di wilayah Kalimantan. Pengerahan personel dalam skala masif ini difokuskan untuk mempercepat lokalisasi titik api di atas lahan gambut kering sekaligus membantu proses evakuasi dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak polusi udara.

Terkait evakuasi korban yang tersisa serta investigasi lanjutan atas jatuhnya armada udara tersebut, pihak Markas Besar TNI Angkatan Darat saat ini masih berfokus pada pencarian black box atau kotak hitam yang berada di bangkai pesawat. Keberadaan perangkat perekam data penerbangan itu dinilai krusial untuk mengungkap secara transparan faktor teknis di balik kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi satuan penerbang darat.

“Saat ini, jenazah Sersan Satu Heri mungkin masih berada di dalam pesawat. Saya mohon doanya agar bisa segera dievakuasi,” ungkap Tandyo seraya menambahkan harapan agar penyelidikan segera menemui titik terang.

Kotak hitam helikopter Mi-17 yang jatuh saat misi pemadaman karhutla masih dalam proses evakuasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

“Dan kotak hitam yang ada di pesawat tersebut bisa memberikan jawaban mengenai kendala yang terjadi saat kecelakaan helikopter MI-17. Sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk latihan-latihan ke depan,” pungkasnya, Kamis (05/11/2026).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments