Monday, November 2, 2026
HomeNewsPolda Metro Jaya Minta Maaf Soal Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

ZIAPMENANG.COM, JAKARTA — Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas polemik yang timbul dari penyelenggaraan acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di depan Pos Polisi Thamrin, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut menuai kritik tajam dari publik akibat dugaan pengerahan peserta yang menggunakan almamater kampus palsu serta dampak kemacetan lalu lintas yang melumpuhkan akses di pusat kota. Peristiwa ini memicu reaksi luas di media sosial, terutama karena berlangsung sehari setelah aksi penyampaian aspirasi oleh kelompok mahasiswa asli di lokasi yang sama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengakui adanya kekurangan dalam manajemen teknis dan koordinasi di lapangan. Pihaknya menyatakan telah menerima berbagai masukan serta kritik dari masyarakat terkait pelaksanaan acara tersebut dengan sikap terbuka.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi.”

— Budi Hermanto

Dalam agenda tersebut, Polda Metro Jaya mengundang sejumlah figur publik, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten Willie Salim. Budi menekankan bahwa kehadiran tokoh-tokoh tersebut merupakan bentuk dukungan atas inisiatif kepolisian dalam merayakan semangat kebangsaan melalui tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Bundaran HI merupakan titik nadi transportasi Jakarta yang sangat sensitif terhadap perubahan pola arus lalu lintas, sehingga setiap penutupan jalan berdampak domino ke wilayah sekitarnya.

Mengenai keterlibatan pihak luar dalam acara yang diselenggarakan kepolisian, Budi menjelaskan bahwa undangan tersebut didasari oleh niat baik untuk memaknai momentum Sumpah Pemuda. “Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” tambahnya.Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

Kepadatan lalu lintas terpantau melumpuhkan akses menuju Bundaran HI selama lebih dari 4 jam pada puncak jam pulang kerja masyarakat.

Menanggapi sorotan publik terkait dugaan penggunaan peserta bayaran yang menyamar sebagai mahasiswa, pihak kepolisian berkomitmen untuk menjadikan polemik ini sebagai bahan evaluasi internal. Polda Metro Jaya berjanji akan memperketat prosedur perizinan dan koordinasi teknis di masa mendatang agar kegiatan serupa tidak kembali mengganggu ketertiban umum serta mobilitas warga di kawasan protokol.

  • Polda Metro Jaya mengakui adanya kekurangcermatan dalam pengelolaan agenda deklarasi di Bundaran HI.
  • Kepolisian berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemberian izin penggunaan ruang publik.
  • Seluruh kritik masyarakat diterima sebagai bahan perbaikan layanan institusi ke depan.

Lebih lanjut, kepolisian menekankan bahwa nilai-nilai persatuan yang diajarkan dalam Sumpah Pemuda harus tetap menjadi prioritas utama. Langkah korektif yang diambil mencakup peningkatan sensitivitas personel terhadap dinamika sosial dan dampak lingkungan dari setiap kegiatan yang melibatkan massa dalam skala besar. Evaluasi ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik serta memastikan bahwa institusi kepolisian tetap menjalankan perannya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat secara profesional.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa tidak ada maksud kesengajaan untuk menghambat mobilitas warga selama kegiatan berlangsung.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa berkoordinasi dengan otoritas terkait jika berencana mengadakan kegiatan di ruang publik. Dengan adanya komunikasi yang lebih baik, diharapkan potensi gesekan atau gangguan terhadap hak akses warga lainnya dapat diminimalisir. Hingga saat ini, Polda Metro Jaya terus memantau respon masyarakat sembari mematangkan rencana perbaikan sistem operasional di lingkungan internal mereka, Minggu (01/11/2026).Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments