ZIAPMENANG.COM, BRASILIA — Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva resmi mencetak sejarah baru setelah memenangi pemilihan presiden Brasil dalam putaran kedua yang digelar pada Minggu (25/10/2026), mengalahkan penantangnya Flávio Bolsonaro melalui pertempuran politik yang sengit dan polarisasi mendalam.
Kemenangan bersejarah bagi kandidat berusia 81 tahun ini diraih setelah sempat tertinggal pada perolehan suara putaran pertama. Tim kampanye petahana kemudian mengerahkan strategi digital masif yang dimotori oleh kanal WhatsApp bernama Laskar Lula atau Lula’s Army, yang berhasil meraup 10,8 juta pengikut dalam waktu singkat.
Operasi kampanye digital tersebut dipimpin oleh anggota Kongres André Janones. Ia menggerakkan ratusan ribu sukarelawan untuk menyebarkan templat pesan siap pakai, video kampanye, dan instruksi harian guna mendominasi percakapan di dunia maya serta membendung arus disinformasi yang selama ini dikuasai oleh kelompok konservatif.
Penggunaan kanal WhatsApp dan jaringan relawan digital terbukti menjadi faktor kunci dalam membalikkan tren negatif hasil survei menjelang hari pemungutan suara.
Meski demikian, para pengamat menilai bahwa keberhasilan Lula tidak hanya bergantung pada layar ponsel. Pakar politik Denilde Holzhacker menjelaskan bahwa kombinasi antara kampanye daring yang masif dan mobilisasi akar rumput secara langsung menjadi penentu utama dalam meyakinkan pemilih yang belum menentukan sikap.
“Lula patut diapresiasi karena menyadari kelemahannya sendiri dan mengubah pendekatannya secara menyeluruh, sementara Janones berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya tampak mustahil bagi kelompok kiri Brasil: mendominasi media sosial,” ujar Holzhacker, Senin (26/10/2026).
Senada dengan hal tersebut, sosiolog Universitas Federal Rio de Janeiro Mayra Goulart menuturkan bahwa interaksi di dunia nyata berhasil mengubah antusiasme daring menjadi aksi nyata di tempat pemungutan suara untuk mengurangi angka golput.
“Interaksi di dunia nyata memungkinkan mobilisasi yang dapat mengurangi angka golput dan meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihan,” kata Goulart.
Dalam pidato kemenangannya, Lula menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendukung serta seluruh relawan yang telah berjuang keras. Ia secara khusus memuji peran André Janones yang dianggap berhasil menjaga semangat pasukan di lapangan setiap hari.
“Teman-teman, ini mendesak! Jangan tidur dulu! Tidak boleh makan sebelum misi selesai!”
— André Janones
Pemerintahan baru kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menyatukan kembali masyarakat Brasil yang terfragmentasi akibat pertarungan politik yang tajam, sekaligus menjaga disiplin fiskal dan memulihkan stabilitas ekonomi nasional yang terus dipantau oleh pasar global, Rabu (28/10/2026).

