Saturday, October 31, 2026
HomeFinanceLaba Bersih PTBA Tembus Rp4,41 T di Kuartal III 2026

Laba Bersih PTBA Tembus Rp4,41 T di Kuartal III 2026

ZIAPMENANG.COM, JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi mencatatkan kinerja keuangan yang solid setelah membukukan laba bersih sebesar Rp 4,41 triliun hingga triwulan III 2026, ditopang oleh kenaikan harga jual batu bara serta efisiensi operasional yang ketat pada Kamis, (29/10/2026).

Perusahaan tambang batu bara pelat merah ini melaporkan pendapatan usaha mencapai Rp 35,20 triliun selama sembilan bulan pertama tahun berjalan. Capaian positif tersebut mencerminkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di tengah dinamika pasar energi global yang terus berubah.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan potensi pasar di tengah berbagai tantangan industri. Pemulihan volume produksi yang semakin optimal pada kuartal ketiga menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan tersebut.

Kenaikan laba bersih PTBA didorong oleh penguatan harga jual rata-rata dan manajemen biaya operasional yang disiplin.

“Pencapaian ini didukung oleh pemulihan produksi yang semakin baik pada kuartal III, optimalisasi bauran penjualan dengan memanfaatkan momentum penguatan harga batu bara, serta pengelolaan biaya operasional yang disiplin,” ujar Bambang dalam keterangan resminya.

Peningkatan pendapatan usaha sebesar 12 persen secara tahunan ini turut dipengaruhi oleh kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price batu bara sebesar 18 persen. Tren kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan indeks harga global, di mana indeks Newcastle tercatat naik 25 persen dan ICI-3 meningkat 26 persen.

Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp 7,19 triliun dengan margin laba bersih 13 persen dan margin EBITDA 20 persen hingga akhir triwulan III 2026.

Meskipun harga jual mengalami penguatan, volume penjualan batu bara secara keseluruhan justru terkoreksi sebesar 4 persen secara tahunan. Kendati demikian, strategi bauran penjualan yang efektif berhasil menjaga stabilitas arus kas dan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Dari sisi struktur pemasaran, porsi penjualan domestik mendominasi dengan kontribusi sebesar 52 persen dari total volume penjualan. Sementara itu, pasar ekspor menyumbang 48 persen dengan lima negara tujuan utama yang meliputi Bangladesh, Vietnam, India, Kamboja, dan Thailand.

  • Pendapatan usaha mencapai Rp 35,20 triliun hingga kuartal III 2026.
  • Penjualan domestik menyumbang 52 persen dari total volume.
  • Beban keuangan turun drastis menjadi Rp 136,52 miliar.

Stabilitas keuangan perusahaan juga diperkuat oleh kenaikan penghasilan keuangan sebesar 16 persen menjadi Rp 183,50 miliar. Angka ini diperoleh melalui optimalisasi penempatan deposito serta pengelolaan Devisa Hasil Ekspor yang terarah dan efisien.

Di samping itu, beban keuangan perseroan berhasil ditekan secara drastis hingga 45 persen menjadi Rp 136,52 miliar. Penurunan beban tersebut terjadi seiring dengan langkah strategis perusahaan dalam melunasi sejumlah fasilitas kredit modal kerja yang dimiliki.

Menatap sisa tahun berjalan, manajemen PTBA berkomitmen untuk terus memperkuat efisiensi di sepanjang rantai bisnis pertambangan. Perusahaan juga akan mempercepat pengembangan infrastruktur logistik serta melanjutkan transformasi jangka panjang melalui program hilirisasi batu bara demi mewujudkan bisnis energi yang berkelanjutan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments